| Ribuan Buruh Sung Chang Bertahan di DPRD |
|
|
| Kamis, 23 Juni 2011 11:02 |
|
Wates (KR)-Proses negosiasi antara perwakilan buruh dengan manajemen PT Sun Chang Indonesia (SCI) pabrik pembuat rambut palsu (wig) yang difasilitasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans serta DPRD Kulonprogo, Selasa (21/6) berlangsung alot. Karena dialog tanpa dihadiri pihak PT SCI kemarin tidak menghasilkan kesepakatan, maka ribuan buruh tetap bertahan menduduki Gedung DPRD setempat. Sementara itu, kegiatan di pabrik wig terkesan tidak terpengaruh dengan aksi ribuan buruh. Hal tersebut terlihat masih adanya sejumlah buruh yang tetap masuk kerja seperti biasa. Hanya suasananya memang terlihat sepi dan beberapa ruang nampak kosong. Ketua Serikat Buruh Independen (SBI) PT SCI Sutarno didampingi Koordinator Umum Aksi Yuntono menjelaskan, negosiasi yang berlangsung di kantor Dinsosnakertrans tidak dihadiri manajemen PT SCI. “Karena pimpinan PT SCI tidak ada yang hadir dalam dialog, maka kami hanya menyampaikan tuntutan kepada Kepala Dinsosnakertrans Pak Didik (Riyadi Sunarto-Rd.), Ketua DPRD Kulonprogo Yuliardi dan Ketua Komisi IV untuk disampaikan kepada pimpinan SCI,”kata Sutarno, kemarin. Sementara itu Riyadi Sunarto mengungkapkan hasil dialognya dengan perwakilan buruh, bahwa dari 8 tuntutan yang disampaikan buruh baru 2 point yang dipenuhi manajemen PT SCI. “Kami dari Dinsosnakertrans berupaya agar semua pihak baik. Tuntutan buruh agar tidak ada tindakan intimidasi dan 4 karyawan yang diberhentikan kemarin dipekerjakan kembali bisa dipenuhi manajemen PT SCI. Karena itu buruh bersedia mengakhiri aksi mereka hari ini,” katanya usai menemui Ketua DPRD Yuliardi sesaat sebelum ke perusahaan PT SCI. Sebelumnya, Senin (20/6) malam buruh yang menginap di gedung DPRD Kulonprogo sempat menggelar doa bersama agar perjuangan mereka membuahkan hasil. Doa bersama juga sebagai wujud solidaritas mereka terhadap TKI Ruyati binti Satubi yang dihukum pancung di Arab Saudi. Menanggapi pernyataan Kepala Dinsosnakertarans, Ketua SBI PT SCI Sutarno menegaskan, ribuan buruh tidak akan menghentikan aksi merekadi gedung DPRD Kulonprogo kalau semua tuntutan buruh belum dipenuhi perusahaan pembuat rambut palsu tersebut. “Kami akan tetap menggelar aksi sampai delapan tutuntan kami dipenuhi semuanya dan harus dibuktikan hitam diatas putih bermaterai. Pernyataan tanpa materai lemah di depan hukum,”katanya seraya menambahkan bahwa dua tuntutan yang dipenuhi PT SCI juga harus dalam bentuk tertulis. Terpisah, hasil dialog warga Pedukuhan Sumberejo dan Pemdes Triharjo Kecamatan Wates dengan manajemen PT SCI telah menghasilkan kesepakatan. Pihak pabrik sudah membuat surat pernyataan bersedia memperbaiki saluran pembuangan limbah. (Rul)-f,/ Kedaulatan Rakyat 22 Juni 2011. |


