Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Strategi Pengorganisasian Dan Membentuk Serikat Pekerja Sektor Informal PDF Cetak
Sabtu, 10 September 2011 18:44

Pengorganisasian adalah sebuah rangkaian upaya membangun masyarakat diberbagai sektor untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera dan adil dari sebelumnya dengan   mengacu pada harkat dan martabat kemanusiaan seutuhnya. Berkaitan dengan hal itu, tulisan ini dimaksudkan untuk member panduan sederhana mengenai strategi pengorganisasian rakyat pekerja.

Dasar yang perlu kita perhatikan adalah, menempatkan rakyat pekerja sebagai subyek/pelaku utama pembangunan, baik dalam proses maupun pencapaian hasil pembangunan. Selanjutnya gagasan suatu pembangunan komunitas pekerja  harus  mengacu pada kepentingan dan kebutuhan  masyarakat itu sendiri. Dan yang terakhir pengorganisiran yang dibangun harus bertumpu pada potensi  dan kemampuan komunitas pekerja itu sendiri dan harus terfokus. Proses membangun kekuatan dengan melibatkan konstituen sebanyak mungkin, dilakukan melalui proses    mengindikasikan  ancaman yang ada,  penyelesaian-penyelesaian yang diinginkan terhadap ancaman-ancaman yang ada; mengenali orang dan struktur, serta memahami birokrasi dan perangkat yang ada.

Agar proses penyelesaian yang dipilih menjadi mungkin dilakukan, maka perlu disusun sasaran yang akan dicapai. Membangun sebuah institusi yang demokratis dan diawasi oleh seluruh konstituen sehingga mampu mengembangkan kapasitas untuk menangani ancaman, dan menampung semua keinginan dan kekuatan konstituen yang ada.

Dalam menjalankan aktivitas pengorganisasian, prinsip yang harus dipegang dan dijadikan pedoman adalah, mempercayai bahwa komunitas pekerja memiliki potensi dan kemampuan untuk membangun dirinya sendiri. Karena itu, setiap organizer tidak boleh berambisi untuk menjadi pemimpin dari komunitas tersebut. Dengan kata lain, dia harus membangun jalinan pertemanan atau persahabatan dengan suatu komunitas atau masyarakat dan bersedia belajar dari kehidupan komunitas basis tersebut.

Strategi Pengorganisasian Rakyat Pekerja

Pembahasan mengenai komunitas pekerja bisa dilakukan dengan beranjak dari beberapa sisi-sisi pengamatan dan pemahaman, seperti dari sisi stratifikasi (pelapisan) komunitas rakyat pekerja, sisi pengelompokan para pekerja, sisi ras dan etnis, sisi geografi, dan lain sebagainya. Dalam konteks memahami model dan strategi Pengorganisasian Serikat Pekerja  maka fokus pembahasan hanya dari sisi karakter dan mobilitas komunitas pekerja.

Pengorganisasian rakyat pekerja yang dilakukan oleh semua orang menunjukkan model pengorganisasaian Rakyat pekerja yang hidup bersama dalam lokasi kerja, ciri hidupnya  adalah lebih mementingkan keharmonisan hubungan dengan alam. Sehingga wajar apabila mereka menjadi terdidik dan terlatih untuk bisa berpikir positif terhadap berbagai fenomena dan pengalaman hidup, dan secara sosial punya kecenderungan kuat digunakan untuk mencapai penyelesaian masalah adalah proses pembelajaran harus dimulai dari penyadaran dan pengenalan masalah terlebih dahulu. Startegi ini dapat dijadikan sebagai pondasi bagi penentuan aksi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setelah rakyat pekerja  sadar akan permasalahan yang dihadapi dan memutuskan untuk melakukan penyelesaian, tahap selanjutnya adalah pengenalan potensi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan aksi penyelesaian masalah tersebut, baik yang sudah dimiliki oleh komunitas ataupun yang belum. Lalu, bagaimana caranya menggalang seluruh potensi dan sumber daya tersebut dalam aksi penyelesaian

Untuk dapat menggalang seluruh potensi ini, maka diperlukan proses pendekatan yang partisipatip, intensif dan berkelanjutan. Selain itu perlu pula untuk mengembangkan media komunikasi yang murah dan mudah, yang bisa dimanfaatkan. Selanjutnya diikuti dengan penguatan simpul belajar, untuk mengembangkan masyarakat sipil yang dinamis, yang tentunya tetap mengutamakan potensi komunitas rakyat pekerja  setempat.

Strategi yang bisa kita gunakan sebagai prinsip dasar pengorganisasian, selalu berpihak dan mementingkan komunitas. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan komunitas agar mau di ajak kerja sama. Ini bisa ditempuh melalui pendekatan yang holistik (kesadaran yang menyeluruh), bukan saja pendekatan kasusistik, yang berangkat dari kasus per kasus. Cara ini akan menjadikan komunitas yang dibentuk lebih bersifat permanen,  karena terbangun berdasar kesadaran sejati. Bukan karena hal-hal yang sekedar bersifat  kasustik dan pragmatis, yang biasanya tidak tahan lama.

Agar tahapan kegiatan bisa terstruktur maka perlu dibuat rencana kerja yang digunakan sebagai landasan utama dalam melakukan kegiatan pengorganisasian. Rencana kerja ini bisa dimulai dengan mengumpulkan isu untuk diolah, diklasifikasi dan disistematisasikan skala prioritasnya. Hasil pengolahan isu ini selanjutnya dimusyawarahkan dalam pembuatan perencanaan adar sesuai dengan apa yang diharapkan komunitas rakyat pekerja. Proses indentifikasi masalah dan potensi ini, pada akhirnya akan dapat mengetahui pemasalahan-permasalahan apa saja yang menimpa dan akan menimpa rakyat pekerja. Dengan sistematika yang bagus, permasalahan tersebut bisa dijadikan sebagai alat propaganda untuk mengagitasi komunitas pekerja agar mau bertindak dan melihat potensi, dalam rangka menyelesaikan suatu masalah dengan kekuatanya sendiri.

Sugianto, organizer Perhimpunan Solidaritas Buruh.

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com