Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Sayangnya, Hugo Chavez Tak Nyalon....? Pilpres Juli 2009 di Republik ‘Mimpi’ ala Indonesia PDF Cetak
Minggu, 19 Juli 2009 00:43

Hugo Chavez terpilih sebagai Presiden Venezuela pada Desember 1998 dan mulai efektif bekerja Februari 1999. Langkah pertama Chavez membuat Konstitusi melindungi hak-hak massa rakyat lewat pembentukan Dewan Konstituante. Pada April 2002, pihak oposisi yang didukung AS melakukan kudeta lantaran Chavez membongkar korupsi di PDVSA, sebuah perusahaan minyak nasional Venezuela.

Oposisi menobatkan Pedro Carmona, pemimpin Fedecamaras (Federasi Bisnis Venezuela), sebagai Presiden Venezuela, di mana mereka menyerang kelompok pro-Chavez. Termasuk menyerang Kedubes Kuba di Caracas, ibukota Venezuela. 14 April 2002, karena tuntutan rakyat, Chavez dapat kembali menempati posisinya sebagai Presiden Venezuela di Istana Miraflores, kurang dari 3 hari sejak kudeta oleh kelompok oposisi.

Nasionalisasi aset-aset strategis

Konsolidasi kabinet Chavez memastikan penguasaan negara atas aset-aset strategis. Mulai dari minyak dan gas, pabrik baja, hingga perbankan. Program nasionalisasi menempatkan penguasaan negara minimal 60 persen di seluruh bisnis asing, terutama perusahaan yang dulu diprivatisasi. Nasionalisasi Chavez bukan pengambilalihan membabi-buta perusahaan swasta, melainkan negara membeli kembali saham-saham perusahaan ini menurut harga pasar. Kaum kapitalis memprotes kebijakan nasionalisasi. ExxonMobil, salah satu perusahaan pemrotes program Chavez, kalah dalam arbitrase internasional tahun 2008 di London.

Para pekerja di level manajemen di PDVSA menghentikan proses produksi hingga berakibat kemerosotan produksi mencapai 1 juta barel/hari. 40 sumur kilang berhenti operasi dan Venezuela terancam krisis minyak. Ini memberi dampak pukulan keras terhadap pemerintahan Chavez dan rakyat. Berhentinya produksi minyak PDVSA berakibat penurunan pemasukan keuangan negara. Kendaraan dan mesin-mesin tidak dapat dioperasikan akibat bahan bakar langka. Ulah sabotase oposisi ini membuat ekonomi Venezuela merosot dan angka kemiskinan menjadi 62,10 persen pada semester II tahun 2003.

Perlawanan datang dari para buruh PDVSA dengan mengambil alih proses produksi minyak tanpa bantuan teknis para manajer sehingga pada 9 Februari 2009 pemerintahan Chavez dapat mengendalikan perusahaan dan menormalisasi produksi. Sejak dinasionalisasi aset fisik PDVSA tumbuh dari 50 milyar dolar AS menjadi 71 milyar dolar AS, yang berasal dari eksplorasi dan produksi serta pendirian perusahaan patungan bersama perusahaan minyak dunia di wilayah Orinoco Belt. Tahun 2008 membukukan keuntungan 9,4 milyar dolar AS, naik 50% dari tahun lalu. Kontribusi PDVSA terhadap pembangunan nasional sebesar 53 milyar dolar AS (2008) atau meningkat 9 milyar dolar AS  (2007).

Meskipun peran negara terlihat begitu dominan di masa Chavez, pertumbuhan sektor swasta nyatanya lebih cepat dibandingkan sektor publik. Tahun 2004, swasta bertumbuh 17,2% sementara sektor publik tumbuh 12.5%.

Kesehatan

21 April 2003 pemerintah membentuk program kesehatan bernama Mission Barrio Adentro. Sebelumnya selama ini kapitalisme layanan kesehatan merajalela. Orang kaya lapisan atas dan menengah dapat ke dokter, sebaliknya jutaan rakyat jelata tidak mampu mengakses kesehatan yang layak. Melalui program Mission Barrio Adentro, Presiden Chavez mendobrak keangkuhan kapitalisme sehingga kaum miskin memperoleh layanan kesehatan yang prima.

Tahun 1998 hanya 80 persen masyarakat yang memiliki akses terhadap air bersih dan 62 persen mampu mengakses sanitasi. Tahun 2007 akses masyarakat terhadap air bersih telah menjadi 92 persen dan 82 persen untuk sanitasi. 4 juta rakyat Venezuela secara merata memperoleh air minum dan 5 juta  orang di antaranya mengakses sanitasi.

Pendidikan

Tahun 1999, Chavez meluncurkan program makanan tambahan bagi anak sekolah, disebut Programa Alimenticio Escolar (PAE). Siswa-siswi sekolah memperoleh sarapan, makan siang, dan makanan ringan (snack) gratis dari pemerintah. Program ini menjangkau 250.000 anak sekolah di Venezuela. Selanjutnya Presiden membuat program melek huruf tahun 2003 yang dinamakan Mission Robinson. Tingkat kemampuan baca dan tulis naik menjadi 93,8 persen (laki-laki) dan 93,1 persen (perempuan).

Anak usia 5-14 tahun yang mampu bersekolah naik 8,6 persen (500.000 anak). Sedangkan sekolah lanjutan 15-19 tahun, naik 14,7 persen (400.000 pelajar). Sementara akses pendidikan tinggi, naik 86 persen dibandingkan antara periode 1999-2000 dan 2006-2007. Saat ini pendidikan gratis dilaksanakan mulai jenjang TK sampai Universitas bagi keluarga miskin.

Utang Luar Negeri

Prestasi besar terlihat dalam penanganan utang negara yang turun dari 30,7 persen menjadi 14,3 persen dari PDB. Utang luar negeri susut tajam dari 25,6 persen menjadi hanya 9,8 persen dari PDB. Chavez tak ingin didekte resep ekonomi para krediturnya dan melepas ketergantungan.

Berantas Kemiskinan

Angka kemiskinan terpangkas separonya. Jika semester I 2003 sebanyak 54 persen kini pada akhir 2008 menjadi 26 persen. Kemiskinan absolut berkurang lebih besar lagi, yaitu 72 persen. Sementara dalam hitungan satu dekade, persentase kemiskinan berkurang 39 persen dan kemiskinan absolut merosot 50 persen. Ukuran angka kemiskinan ini baru didasarkan penghasilan tunai dan belum berdasar keuntungan yang diperoleh karena meningkatnya akses masyarakat miskin atas layanan kesehatan dan pendidikan.

Sukses pembangunan ekonomi Venezuela sejatinya dipicu keberhasilan nasionalisasi energi. Sejak kuartal I 2003- kuartal II 2008, pertumbuhan ekonomi Venezuela secara total 94,7 persen atau dengan rata-rata pertumbuhan per tahun 13,5 persen (menurut data Center for Economic and Policy Reform,“The Chávez Administration at 10 Years: The Economy and Social Indicators”). Sebuah angka fantastis dibanding negara manapun. berbasis di Washington DC, Februari 2009, dalam

Pangan

Pemerintahan Chavez tahun 2003 memulai program Mercal yang ditujukan untuk menyediakan sembako yang murah dan berkualitas bagi rakyat. Pemerintah menunjuk toko-toko kelontong yang tersebar di pelosok Venezuela sebagai agen distribusi bahan pangan, terutama perkampungan miskin. Pada 2003, bahan makanan yang sudah terjual melalui toko-toko mencapai 45.662 metrik ton dan jumlah itu semakin meningkat menjadi 1,25 juta metrik ton di tahun 2008.

Ketenagakerjaan

Prestasi di bidang ketenagakerjaan menonjol. Pengangguran anjlog dari 11,3 persen satu dekade sebelumnya menjadi tinggal 7,8 persen. Saat ini terdapat 2,9 juta pekerjaan lebih banyak dibanding tahun 1998. Dari segi kualitas kerja, terjadi peningkatan sebesar 51,8 persen angkatan kerja yang bekerja di sektor formal dibandingkan 45,4% di tahun 1998. Pertumbuhan lapangan kerja 30,6 persen (swasta) dan 47,2 persen (publik) melampaui pertumbuhan angkatan kerja dalam satu dekade terakhir.

Jumlah mereka yang bekerja (dibandingkan dengan angkatan kerja) meningkat secara tajam sejak Chavez menguasai migas di tahun 2003-2008, yaitu dari 80,8 persen menjadi 92,2 persen. Jika diukur sejak 1999, angkanya lebih kecil, namun tetap meningkat menjadi 88,7 persen. Angka ini senantiasa konsisten dengan pengurangan angka kemiskinan jika dilihat dari pendapatan tunai.

Banyak orang ketar-ketir saat awal 2009 harga minyak turun 70 persen ketimbang harga tertinggi Juli 2008. Jika berada di bawah 45 dolar AS per barel (untuk minyak Venezuela) akan terjadi defisit APBN. Namun, dengan cadangan devisa mencapai 82 milyar dolar AS, Venezuela tetap mampu membiayai defisit APBN bahkan hingga 2 tahun ke depan. Namun, akhir Mei 2009 ini saja, harga minyak Venezuela telah kembali bertengger 61 dolar AS per barel.
 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com