Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Amanat Perjuangan 1 Mei: Wujudkan 8 Jam Kerja untuk Buruh! PDF Cetak
Selasa, 12 April 2011 16:33

Pemogokan buruh, pertama kali terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1806, dilakukan oleh pekerja Cordwainers. Buntut dari pemogokan ini membawa para organizer-nya ke meja pengadilan. Namun peristiwa ini juga berhasil menguak fakta, bahwa buruh pada waktu itu dituntut untuk bekerja selama 19 hingga 20 jam setiap harinya. Pemogokan tersebut akhirnya menjadi tonggak perjuangan untuk menuntut pengurangan jam kerja, dan menjadikan isu ini sebagai agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Bermula dari pemogokan buruh di atas, maka pemogokan buruh jadi semakin lazim di Amerika Serikat dan Eropa. Setidaknya ada dua orang yang dianggap berjasa dan telah menyumbangkan banyak gagasan untuk membela hak buruh, mereka adalah Peter McGuire dan Matthew Maguire, pekerja mesin dari Paterson, New Jersey. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 buruh melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja. McGuire lalu melanjutkan aksinya dengan mengajak berbicara para buruh dan pengangguran, serta melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. Walhasil, McGuire lalu menjadi terkenal dengan sebutan "pengganggu ketenangan masyarakat".

Pada tahun 1881, McGuire pindah ke St. Louis, Missouri dan mulai  mengorganisir para tukang kayu. Hingga pada akhirnya dia berhasil mendirikan suatu persatuan tukang kayu di Chicago, "United Brotherhood of Carpenters and Joiners of America" dengan McGuire sebagai Sekretaris Umum. Ide untuk mengorganisasikan buruh menurut bidang keahlian mereka masing-masing, kemudian merebak ke seluruh negara. Selanjutnya McGuire dan para buruh di kota-kota lain merencanakan hari libur buruh, di setiap Senin pertama bulan September.

Parade Hari Buruh untuk pertama kali diselenggarakan di kota New York, pada tanggal 5 September 1882. Tak kurang dari 20.000 orang buruh  membawa spandu bertulisan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, 8 jam rekreasi dalam parade tersebut. Maguire dan McGuire memainkan peran penting dalam penyelenggaraan parade ini, hingga akhirnya gagasan ini  mampu menyebar dan dirayakan di semua negara bagian.

Gaung parade tuntutan buruh ini pada akhirnya mendapat respon positif dari Negara bagian Oregon. Dimana pada 1887, Oregon menjadi negara bagian pertama yang mengabulkan tuntutan buruh dengan menjadikan hari Senin pertama bulan September sebagai hari libur umum. Langkah Oregon ini pada akhirnya juga mengilhami putusan politik Presider Grover Cleveland, dimana pada 1894 dia menandatangani sebuah undang-undang yang menjadikan minggu pertama bulan September sebagai hari libur umum resmi nasional.

Sementara itu di Eropa, gaung tuntutan pengurangan jam kerja dan hari libur buruh juga keras menyentak. Dalam Kongres Internasional Pertama yang diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari dijadikan suatu ketetapan kongres. Hal yang sama sebelumnya juga telah dilakukan oleh National Labour Union di AS, dimana NLU menetapkan  bahwa tuntutan pengurangan jam kerja menjadi 8 jam ini mewakili tuntutan umum kelas buruh Amerika Serikat. Berangkat dari ketetapan NLU ini, maka Kongres Internasional Pertama, menjadikan tuntutan ini sebagai landasan umum kelas  buruh seluruh dunia. Sejak saat itulah, disemua belahan dunia diberlakukan system 8 jam kerja sebagai jam kerja buruh.

Selanjutnya 1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan buruh dunia, hal ini diputuskan pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions. Selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, ketetapan ini juga memberikan semangat baru bagi perjuangan buruh yang mencapai titik masif pada era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884, Federation of Organized Trades and Labor Unions, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat. Dan tuntutan ini akhirnya dikabulkan serta diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com