| Menggagas Federasi Serikat Buruh |
|
|
| Senin, 18 Februari 2008 14:08 |
|
Bertempat di KUD ‘Surti’, Sumberagung, Jetis, Bantul, Minggu (17/2/2008) dilangsungkan pertemuan guna menyiapkan pendirian federasi SB. Setelah membentuk Komite Persiapan Federasi Serikat Buruh Independen Indonesia (KP-FSBII) se kabupaten Bantul, forum diisi acara tukar pengalaman bertema ‘Arti Penting Berorganisasi’ dipandu oleh Sugianto, koordinator DPO-PSB. Forum antarburuh ini dihadiri 78 orang yang berasal dari beberapa SB. Sekretaris SBI OoA (PT. Out Of Asia), Yanti, menandaskan bahwa keberadaan SB sangat bermanfaat bagi buruh sambil belajar mengadvokasi dirinya sendiri dan perusahaan PT. OoA yang memiliki 108 karyawan ini memang tidak sewenang-wenang. Sedangkan Fatholani, ketua SBI SPS (PT. Surya Pelem Sewu), menyadari atas terbentuknya organisasi memberi pemahan hak-hak normatif buruh. Pada tahun-tahun lalu mereka yang pernah dirumahkan oleh perusahaan tidak mendapat THR ataupun pesangon. Tetapi kini perusahaan cukup baik dalam layanan hak normatif buruh.
Hal yang sama diutarakan juga Agus Setyawan, ketua SBI PT. Kharima Unit Gatak, yang memiliki anggota 37 orang, merasakan pentingnya berserikat menambah wawasan dan pengalaman baru termasuk pengetahuan tentang UU perburuhan khususnya aturan mengenai pekerja subkontrak. Pertemuan di Sumberagung ini selain diikuti tiga SB, hadir juga pengurus dari Serikat Pekerja Independen (SPI) ‘Ngudi Rejeki’, yang beranggota 31 pedagang di kawasan Mancingan, Parangtritis. Menurut para peserta, mereka menghendaki pertemuan rutin bulanan pada setiap hari Minggu guna mematangkan KP-FSBII ke arah konsolidasi Federasi SB yang permanen. |


