Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
FoRKoB Menyusun Strategi PDF Cetak
Jumat, 05 Agustus 2011 15:04

Pada tanggal 23 Juni 2006 bertempat di balai serbaguna Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul  menjadi tonggak keseriusan anggota dan pengurus FoRKoB dalam menjalankan roda organisasi yang kini telah berusia 5 tahun. Dalam kurun 5 Tahun keberadaan FoRKoB (Forum Rakyat Korban Bencana) bersama dengan masyarakat di Kab. Bantul telah melakukan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Diantaranya adalah Panggung Rakyat yang diselenggarakan setiap tahunnya, menggalang solidaritas bantuan untuk korban bencana (Gempa Tasikmalaya, Erupsi Merapi dan lain-lain). Selain itu, FoRKoB berupaya terus untuk mengingatkan pada masyarakat Bantul agar selalu meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bahaya bencana.

Sekalipun program-program selama ini dijalankan secara insidental, namun  ternyata bisa memberi manfaat yang besar bagi warga korban bencana, baik di Bantul maupun di Tasikmalaya dan lereng Merapi Sleman. Keterbatasan SDM dan materi yang ada, tidak menyurutkan niat aktivis  Forkob untuk tetap dapat berupaya membantu sesama korban bencana.

Forkob berkeinginan agar masyarakat tanggap dalam menghadapi bencana, Sigap dalam menangani kebencanaan serta kritis dalam bertindak. Memang tidak mudah untuk dapat mewujudkan hal tersebut, namun demikian hal itu tetap  harus dilakukan.

Menyikapi persoalan di atas, maka pada 10 Juli 2011, FoRKoB mengadakan musyawarah besar (MUBES) untuk menyusun rencana dan program  kerja strategis FoRKoB  untuk satu period eke depan (4 tahun). Selain itu juga dilakukan restrukturisasi dengan menambah bidang Pengurangan Resiko Bencana, dan Bidang Sosial Ekonomi.  Dalam forum Mubes tersebut, Joko Andrianto terpilih kembali sebagai Ketua Umum FoRKoB, kali ini dibantu oleh Heriyadi sebagai Sekretaris umum dan Eni Kriswandari sebagai Bendahara umum.

Dalam Mubes, juga banyak pertanyaan dari anggota maupun masyarakat yang pernah bekerja sama maupun yang merasakan manfaatnya di bantu oleh Forkob. Kebanyakan menanyakan, apakah pada saat ini Forkob itu masih ada apa tidak?  Selain persoalan mengenai keberadaan FoRKoB,  ternyata masih dijumpai  juga persoalan-persoalan sosial pasca bencana yang menjadi keprihatinan kawan-kawan Forkob. Baik persoalan yang terjadi disekeliling tempat tinggal anggota FoRKoB, maupun persoalan yang berkaitan dengan kebijakan yang dirasa janggal dalam pelaksanaanya. (arp)



 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com