| Diskusi Rutin SBI PT Kharisma Export (SBIKE) |
|
|
| Rabu, 18 Agustus 2010 03:22 |
|
Pertemuan rutin SBI PT Kharisma Export unit gatak, yang dilaksanakan di Dusun Gatak RT 01 Timbulharjo Sewon Bantul (14/08/10), diisi dengan diskusi yang membahas tentang pentingnya KTA dan manfaat Jamsostek. Pertemuan yang dihadiri oleh 40 orang anggotanya ini juga melakukan simulasi perundingan bipartit terkait rencana pengajuan kepesertaan Jamsostek kepada pimpinan perusahaan. Sehubungan dengan hal itu dibicarakan juga tentang pentingnya iuran anggota.
Belajar dari sering terjadinya kecelakaan kerja yang menimpa buruh, maka memperjuangkan hak kepesertaan buruh ke dalam program-program Jamsostek dirasa jadi semakin penting. Dengan ikut dalam kepesertaan Jamsostek maka buruh tidak perlu lagi melakukan iuran sosial, manakala terjadi kecelakaan kerja. Bukannya bermaksud pelit atau ingin menanggalkan rasa solidaritas dan kesetiakawanan, ketika persoalan dana sosial tersebut disinggung. Tetapi karena adanya pertimbangan bahwa dengan ikut dalam Jamsostek, kesejahteraan buruh akan sedikit terjamin. Setidaknya, nasib buruh yang mengalami kecelakaan kerja akan mendapat kejelasan penanganan. Selain bermanfaat ketika terjadi kecelakaan kerja, kepesertaan Jamsostek juga akan sangat membantu ketika buruh atau anggota keluarganya sedang menderita sakit. “Sebagai anggota Jamsostek, ketika saya harus menjalani operasi usus buntu semua biaya yang harus dibayar ditanggung sepenuhnya oleh jamsostek. Tapi saat itu saya memiliih kamar kelas I, sehingga saya hanya membayar selisih dengan yang ditanggung oleh Jamsostek”, demikian cerita Wawan, Ketua SBIKE Sejauh ini, SBIKE sudah berhasil mengambil alih program dana sosial (berupa pengumpulan bantuan buruh kepada yang mengalami kecelakaan kerja, buruh yang sakit, keluarga anggota yang sakit) dari yang dulunya pengelolaannya ditangani oleh perusahaan menjadi ditangani oleh SBIKE. Dana sosial ini berasal dari upah buruh dan bantuan dari perusahaan. Rekomendasi atas diskusi tersebut antara lain adalah untuk bersama-sama memperluas keanggotaan ke unit kerja yang lain seperti di pusat Tembi, dan juga Cabean. Meningkatkan intensitas pertemuan tim negosiator, Pemahaman materi UU Jamsostek, Mengoptimalkan kinerja pengurus dengan penanganan keluh-kesah anggota dan kasus yag terjadi, mempersiapkan program kerja ke depan, yakni penyusunan PKB dan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem buruh kontrak yang tidak sesuai aturan. SBIKE juga berharap agar buruh kontrak bisa segera diangkat menjadi buruh tetap. |


