Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Terbentuk 6 Serikat Pekerja di Desa Kepuharjo PDF Cetak
Senin, 25 April 2011 16:51

Desa Kepuharjo, salah satu desa di Kecamatan Cangkringan, Sleman, dengan jumlah penduduk sekitar 3000 jiwa, pasca erupsi Merapi sektor-sektor ekonomi yang dijalankan oleh warga, praktis mengalami kemandegan. Sektor ekonomi itu antara lain meliputi peternakan (sapi, kambing, ayam), pertanian hutan (sengon, mindi, mahoni, bambu, nangka, cengkeh, kopi, kelapa, durian, pete), dan usaha-usaha produkstif ekonomi mikro (pembuatan emping enthik, emping garut, krupuk slondok, tahu).

Kerugian ekonomi yang dialami warga desa Kepuharjo sehubungan bencana erupsi Merapi adalah matinya ternak sapi sebanyak 1.373 ekor, kambing 424 ekor, dan ayam 5.040 ekor. Selain itu, bencana ini juga merusak lahan serta tanaman hutan. Tak kurang  dari 47.745 pohon sengon, 2.319 pohon mahoni, 1.455 pohon mindi, 1.701 pohon nangka, 2.185 pohon cengkeh, 101.112 pohon, 8.145 pohon kopi, 100 pohon durian, 300 pohon kelapa, 100 pohon pete, serta sekitar 9.637 tanaman lainnya menjadi rusak atau mati. Parahnya lagi, erupsi Gunung Merapi juga telah menyebabkan terhentinya produksi usaha-usaha ekonomi mikro yang selama ini ada.

PSB dan Forum Rakyat Korban Merapi Desa Kepuharjo (FoRKoM Kepuharjo), selanjutnya berusaha untuk dapat menghidupkan kembali aktivitas kelompok-kelompok usaha yang ada di Desa Kepuharjo. Sebagai langkah awal, dalam rangka menghidupkan kembali sektor usaha yang selama ini ada, maka dibentuk organisasi-organisasi serikat pekerja berdasar kelompok-kelompok usaha yang telah ada sebelumnya.

Sampai saat ini sudah terbentuk 6 organisasi serikat pekerja di Desa Kepuharjo. Serikat pekerja tersebut antara lain; Di Dusun Pagerjurang terdapat Kelompok Perempuan Usaha Pembuatan dan Penjualan Roti Kering. Dengan anggota 12 orang, kelompok perempuan ini membentuk Serikat Rakyat Pekerja Merapi Bangkit Independen Indonesia (SRP MBII) pada tanggal 2 Maret 2011;

Di Dusun Jambu terdapat kelompok penambangan pasir tradisional. Dengan anggota 24 orang, kelompok penambangan pasir tradisional ini membentuk Serikat Rakyat Pekerja Penambang Pasir Tradisional Merapi Bangkit Independen Indonesia (SRP PPT MBII) pada tanggal 7 Maret 2011. Masih di Dusun Jambu, terdapat kelompok pertukangan. Dengan anggota 15 orang, kelompok pertukangan ini membentuk Serikat Rakyat Pekerja Pertukangan Merapi Bangkit Independen Indonesia (SRP PMB II) pada tanggal 3 Maret 2011;

Di Dusun Petung, terdapat kelompok usaha produksi emping berbahan dasar umbi-umbian. Dengan anggota 16 orang, kelompok usaha ini membentuk Serikat Rakyat Pekerja Perempuan Maju Independen Indonesia (SRP PMII) pada tanggal 15 Maret 2011. Masih Di Dusun Petung, juga terdapat kelompok usaha dagang warungan. Dengan anggota 17 orang, kelompok usaha ini membentuk Serikat Rakyat Pekerja Pedagang Warungan Dusun Petung Independen Indonesia (SRP PWDP II) pada tanggal 13 Maret 2011;

Di Dusun Kepuh, juga terdapat kelompok usaha dagang warungan. Dengan anggota 15 orang, kelompok usaha ini membentuk Serikat Rakyat Pekerja Perempuan Pedagang Warungan Merapi Independen Indonesia (SRP PPWMII) pada tanggal 15 Maret 2011;

Saat ini, legalitas organisasi-organisasi serikat pekerja yang telah dibentuk,  masih dalam proses pencatatan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Sleman sebagaimana diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2000. Ke depannya, organisasi-organisasi ini diharapkan akan menjadi wadah komunitas pekerja yang ada di Kepuharjo dalam menginisiasi penguatan masyarakat setempat, mengadakan berbagai pendidikan hak-hak sipil dan ekosob, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan ketrampilan, mendorong advokasi persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, jaringan organisasi serikat pekerja yang terbentuk tersebut saat ini tengah mempersiapkan gabungan serikat pekerja dengan nama Gabungan Serikat Rakyat Pekerja Sedulur Lereng Merapi Independen Indonesia (GSRP SLMII). (cah)

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com