| Sosialisasi Program Pembangunan Ekonomi Mandiri Berbasis Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan |
|
|
| Kamis, 02 September 2010 04:43 |
|
Implementasi Program Pembangunan Ekonomi Mandiri berbasis Pertanian, Perikanan dan Kehutanan sebagai program kerjasama antara Komisi IV DPR RI dengan Departemen dan Kementerian terkait akan segera dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Program yang dibiayai dengan dana APBN 2010-1011 ini dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan kemandirian petani, melalui program PUAP (Program Usaha Agribisnis Pedesaan), KBR (Kebun Bibit Rakyat), Wirausaha Perikanan, Pengembangan Ternak dan Pupuk Organik, serta Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3). H. Djuwarto, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan berharap agar program ini bisa dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran, agar tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani bisa terwujud. “Dengan kesungguhan dan kerjasama yang baik dari kelompok penerima bantuan, instansi terkait maupun lembaga yang dilibatkan, saya berharap program ini bisa benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian petani”, ujarnya disela-sela acara sosialisasi Program ini. Sosialisasi Program Membangun Ekonomi Mandiri yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Sleman (14/08/10), ini diikuti oleh 22 Kelompok usaha tani calon penerima bantuan program. Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu tersebut juga dihadiri langsung oleh H. Djuwarto, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sleman. SKPD terkait, Pengurus PDI Perjuangan Provinsi DIY dan Kabupaten Sleman, serta PSB yang ditunjuk sebagai fasilitator program. Dinas terkait akan melakukan verifikasi terhadap kelompok-kelompok penerima bantuan program untuk menilai kelayakannya. Salah satu indikator yang kelayakanannya adalah merujuk pada kelompok-kelompok yang sudah tercatat atau dikukuhkan di Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Dengan maksud untuk mengantisipasi munculnya kelompok-kelompok baru yang hanya bermaksud memanfaatkan program ini. “Hal ini tentunya juga mempertimbangkan aspek tanggungjawab kelompok penerima bantuan dengan maksud untuk menjaga keberlanjutan program”, demikian diungkap Ir. S. Riyadi Martoyo, MM., Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Menjawab pertanyaan Muh. Jumali (55) bendahara Kelompok Budidaya Perikanan Mina Mulya Gamping, yang mempertanyakan nasib kelompok yang sebenarnya sudah lama ada dan masih terus aktif berkegiatan, namun belum tercatat. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan bahwa mereka juga berhak menerima bantuan ini apabila sudah dicatatkan. “Kelompok bersama PPL kecamatan bisa bersama melakukan pengukuhan, kelompok mempersiapkan arsip-arsip, seperti 6 kali Notulensi pertemuan terahir, daftar hadir pertemuan yang diserahkan ke PPL kecamatan”, demikian penjelasannya. Acara sosialisai ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk segeramelakukan pendataan kelompok-kelompok calon penerima manfaat, workshop-workshop Peningkatan kapasitas organisasi dan pengembangan program, pendampingan proses pengukuhan dan pencatatan kelompok yang dilakukan bersama pendamping PSB dan PDI-P DPC Kab. Selman. Menindak lanjuti rekomendasi sosialisasi, selanjutnya dilakukan lagi pertemuan dengan H. Djuwarto guna melakukan koordinasi dan sharing terhadap potensi membangun ekonomi mandiri berbasis pertanian, perikanan dan kehutanan di Kab. Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman (30/08/10), dan diikuti 7 kelompok. Widianto (45) Ketua Kelompok Tani Hutan Manunggal II yang juga warga Dusun Sembung, Desa Balecatur, Kec. Gamping, Kab. Sleman berharap ada pendampingan terhadap kelompok untuk pada tahap persiapan, pelaksanaan dan pengembangan program pendampingan tersebut, dalam bentuk peningkatan kapasitas dan pendampingan penguatan organisasi. |


