Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
PSB Dirikan Mobile Toilet di Pengungsian PDF Cetak
Kamis, 25 November 2010 19:26

Rutinitas tak berjalan seperti biasa dan jelas bukan hal yang mengasyikkan tinggal di Barak penyintas. Segala sesuatu serba terbatas dan minim. Termasuk kebutuhan terhadap Sarana Air Bersih dan Sanitasi ketika di tinggal di barak. “ Kamar mandi lan WC wonten mriki cacahe namung wonten tigo mas, diagem kirang langkung kalih ewu pengungsi, dhados tasih kirang lan ngantrii ”, ujar Pak Larto, penanggung jawab Barak Penyintas SD Pogungrejo, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman ketika dilakukan penilaian kebutuhan. 

 

Air Bersih dan Sanitasi adalah unsur mendasar yang menentukan kelangsungan hidup pada tahap awal suatu bencana. Orang-orang yang terkena dampak bencana pada umumnya lebih mudah menjadi sakit dan meninggal karena penyakit yang pada umumnya sangat terkait dengan sanitasi yang tidak memadai, kurangnya pasokan air bersih dan buruknya kebersihan.

Sebagai anggota Cluster Wash (water, sanitation and Hygiene) Gugus Tugas Tanggap Erupsi Merapi 2010, Forum Pengurangan resiko Bencana DIY. PSB Menjalin kerja sama dengan ACF (lembaga kemanusiaan dari Prancis) untuk penyediaan Sarana penunjang Air Bersih, Sanitasi dan Kebersihan. Sarana Penunjang tersebut terpasang di Barak Penyitas Balai desa Sariharjo 1 mobile toilet, GOR Pangukkan 1 mobile toilet, SD Pogungrejo 2 mobile toilet dan 1 water bladder (tampungan air).

Total penerima manfaat dapat dirasakan oleh kurang lebih 6.000 penyintas di tiga barak penyintas. Setelah radius aman diturunkan 15 km banyak penyintas yang mulai kembali ke daerah asal, pemanfaatan tiga mobile toilet kurang maksimal. Untuk memanfaatkan kembali kami pasang di RW. 10-11 Jogonalan, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta tiga unit Mobile Toilet. Dimana di 2 RW tersebut terkena dampak banjir lahar dingin akibat erupsi G. merapi.
 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com