Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Memperingati Hari Perempuan Internasional, PSB Berpartisipasi dalam JPY PDF Cetak
Senin, 18 April 2011 14:16

PSB Terlibat Peringatan IWD

Hari Perempuan Internasional dirayakan pada tanggal 8 Maret setiap tahun. Ini adalah sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial.  Ditetapkannya  International Women Day pada tanggal 8 Maret karena pada tanggal yang sama di tahun 1917, perempuan di Rusia, untuk pertama kalinya diberikan hak suara oleh pemerintah Rusia. Inilah yang menjadi tonggak awal peringatan bagi seluruh perempuan dunia

Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad XX di tengah-tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen memprotes apa yang mereka rasakan sebagai kondisi kerja yang sangat buruk dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa diserang dan dibubarkan oleh polisi. Namun selanjutnya, kaum perempuan ini membentuk serikat buruh mereka pada bulan yang sama dua tahun kemudian.

Di Barat, Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada sekitar tahun 1910-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali seiring dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional.

Sebagai sebuah organisasi gerakan sosial yang baru, PSB tidak melulu bicara soal upah dan hak-hak buruh saja tetapi juga memiliki nilai-nilai Keadilan, Solidaritas, Terbuka, Independen, Egaliter, Kesetaraan dan Keadilan Gender, Kelestarian Lingkungan Hidup, Profesional. Yang kesemuanya itu diturunkan dalam kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan dan dengan keterbatasan personalnya maka yang bisa dilakukan adalah berjejaring dengan oganisasi lain dan sepakat untuk memberikan kontribusi sebisa mungkin dalam upaya untuk mencapai perubahan yang diinginkan bersama supaya lebih maksimal daripada dilakukan upaya sendiri oleh masing-masing organisasi.

JPY Jaringan Perempuan Yogyakarta sudah memulai gerakannya, kali ini merupakan tahun ketiga, sebelumnya selalu sendiri-sendiri dalam merespon isu dan persoalan perempuan maka jaringan akan diperluas dengan mengajak organisasi kawan-kawan yang lain untuk melakukan gerakan bersama dalam merespon isu-isu perempuan dan kedepannya tidak sekedar hanya saat IWD saja.

JPY Jaringan Perempuan Yogyakarta, menggelar aksi bersama dengan berbagai rangkaian agenda yang padat yang dimulai dengan rapat-rapat persiapan dan berbagai kegiatan lainnya, dan selalu ditandai dengan kegiatan turun kejalan seperti pada umumnya aksi-aksi yang telah biasa dilakukan, pada tanggal 8 Maret 2011. JPY menggelar aksi simpatik, peluk dan cium yang bertujuan menyemangati kepada para perempuan “pekerja, pedagang, pembeli, pengunjung, dan semua perempuan” yang ditemui sepanjang perjalanan yang dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju ke kantor DPRD DIY, Gubernur/Kepatihan, Lalu ke pasar Beringharjo. Aksi ini juga  membawa “sandwich board” yang bertuliskan berbagai seruan, kata-kata dan kalimat yang bertujuan untuk perubahan kehidupan perempuan kedepan yang lebih baik.

Serangkaian kegiatan yang digelarpun tidak sempat diikuti semuanya karena padatnya agenda, Pemutaran film, Body Painting, Diskusi, Bedah Buku, Bedah kasus, Konsultasi, Yoga, Performance art, dll. Gerakan perempuan adalah bagian dari gerakan buruh karena mayoritas buruh perempuan dan menjadikan isu bersama dalam sebuah gerakan dan mendorong terciptanya masyarakat yang sejahtera adalah muara dari semua gerakan,

Spirit yang tidak pernah padam ketika sebuah perayaan digelar menandakan semakin meluasnya jaringan dan mengadopsi dari jaringan kerja internasional yang telah di sepakati bersama maka tema tahun 2011 ini merupakan tahun ke-100 dalam merayakan IWD, dengan tema “equal access to education, training and science & technology: “pathway to decent work for woman”, diterjemahkan dalam bahasa Ibu menjadi “ berdaya dan berdaulat untuk kesetaraan.” (asn)
 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com