| Membangun Media Sadar Bencana |
|
|
| Minggu, 25 Juli 2010 02:07 |
|
Jagongan Media Rakyat 2010, adalah sebuah gelaran kolaboratif antar komunitas, kelompok, pegiat, dan peminat media rakyat dari banyak wilayah di Indonesia. Acara yang diselengarakan 22-25 Juni 2010 di Jogja National Museum (eks. ASRI)ini, diisi dengan beragam diskusi, workshop, penayangan video, dan pertunjukan seni. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Workshop “Membangun Media Sadar Bencana” yang dilaksanakan kamis (23/7) lalu, dan dihadiri oleh perwakilan PSB. Dalam acara Workshop yang digelar sebagai hasil kerja sama antara JMR dengan Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) DIY dan Aliansi Jurnalis Independen itu, dikenalkan platform open source USHAIDI. Ahmad Suwandi (Yayasan Air Putih) yang memperkenalkan platform tersebut menjelaskan bahwa platform ini bisa dimanfaatkan oleh siapapun, baik perseorangan maupun lembaga. “Platform ini bisa dimanfaatkan untuk berbagi informasi secara terbuka secara bersama-sama dan partisipatif. Terutama dalam menghadapi persoalan bersama, misalnya persoalan kebencanaan”, paparnya. Di beberapa Negara, platform ini sudah banyak digunakan. Kenya pertamakali mengunakannya sebagai penyebar informasi konflik yang terjadi secara transparan. Haiti dan Chile memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi gempa besar tahun 2010. Mongol menggunakannya untuk penyebaran laporan penebangan hutan dan perdagangan satwa liar. Congo menggunakannya untuk laporan kerusuhan Adapun bagi Indonesia, platform yang memiliki kemampuan langsung untuk dihubungkan dengan BMG ini, sebenarnya bisa digunakan untuk memberikan layanan informasi kebencanaan. Sesi selanjutnya dipandu oleh Bambang MBK dari Aliansi Jurnalis Indonesia. Dia mengingatkan kepada seluruh elemen yang peduli terhadap persoalan kebencanaan harus mulai membangun kesadaran terkait Citizen Journalism. “Jangan terjebak dan ikut-ikutan trend media mainstream yang lebih banyak eksploitatif dan menonjolkan nilai komersialisasi, yang sangat berseberangan dengan kepentingan public”, tegasnya. Peran penting media di tengah persoalan kebencanaan adalah menyebarkan informasi tentang bencana, sehingga masyarakat bisa memberikan bantuan yang tepat kepada masyarakat korban. Ini harus dimulai dengan benar sejak tahapan emergency, dimana ketepatan penggambaran situasi bencana yang sesungguhnya, akan menjadi informasi penting. Termasuk didalamnya uraian mengenai dampak bencana terhadap korban wanita dan anak-anak, wilayah bencana, akses untuk menuju daerah bencana dan prioritas bantuan yang dibutuhkan masyarakat korban. |


