Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Konferensi Nasional Buruh Transportasi PDF Cetak
Minggu, 27 Januari 2008 08:37

Pada Rabu hingga Jumat (23-25/1/2008) di wisma Ciloto, Cisarua, Bogor, Jawa Barat digelar konferensi guna pembentukan Front Nasional Buruh Transportasi (FNBT). Kegiatan ini dilatari kesepakatan lima organisasi, yakni Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Serikat Pekerja Angkutan Umum (SPAU), Serikat Buruh Blue Bird Group (SBBG), Serikat Pekerja Bis PPD (SP PPD), dan perserikatan buruh truk Tanjung Priok. Konferensi yang diikuti 85 orang ini bertujuan membentuk Federasi buruh transport.

Dihadapan peserta konferensi hadir Agus Istijanto, Ketua Dewan Pengurus PSB, diundang menyampaikan pesan solidaritas (solidarity message), bersama juga dengan wakil dari Serikat Buruh Muslim. SPAU dipimpin H. Syaiful Millah, yang juga anggota Komisi II DPRD Kab. Tangerang, ini melibatkan sejumlah serikat pekerja sopir dan pemilik angkot jurusan Kalideres-Legok, jurusan Kalideres-Kota, dan Perum II Tangerang dari jalur Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Gading Serpong, dan PP Lawet.

Para sopir yang berserikat ini di setiap trayek yang dilalui seringkali menghadapi konflik horizontal menghadapi angkot pelat hitam. Dinas Perhubungan, DLLAJR, dan Polisi selama ini tidak bertindak tegas terhadap pemilik kendaraan pelat hitam. Sepanjang terjadi konflik telah terjadi kekerasan di jalanan. Karenanya SPAU secara organisasi juga membentuk barisan Satgas pengamanan konflik.

Di dalam Serikat sengaja disatukan antara sopir dan pemiliki sebagai upaya strategis menghadapi kolusi antar instansi, seperti Dephub, Polisi, Bupati/Walikota dan DPRD setempat, yang sering “main mata” dengan merugikan sopir dan juragan. Sementara SB untuk bis PPD dan taxi Blue Bird sampai hari ini masih menghadapi perselisihan kerja dengan pihak manajemen. Mereka mengalami intimidasi, mutasi, penyogokan keluarga buruh, ancaman kekerasan dan penghentian kerja. Bahkan semua pengurus SBBG dipindah ke luar pool yang saling berbeda.

Pimpinan kolektif sidang konferensi di Ciloto ini terdiri lima orang sesuai unsur keterwakilan organisasi. Mereka adalah Ilham (ABM), Toto, Agung, Syaiful Millah (SPAU) dan Widodo (SBBG). Dua materi pokok sidang konferensi, yakni diskusi sejarah perburuhan dan ekonomi politik oleh Danial Indrakusuma serta agenda mengenai pembentukan organisasi federasi.

Pemilihan Sekjend, Ketua, dan pos-pos Departemen dilakukan secara formatur dengan lebih dulu ditawarkan ke seluruh peserta konferensi. Ini mengingat jumlah peserta antar-elemen tidak mencerminkan representasi jumlah anggota. Formatur juga membentuk Dewan Buruh sebagai komponen kontrol terhadap pengurusan harian organisasi. Struktur Dewan Buruh dibentuk di tingkat pusat sampai basis, bersifat “tertutup” guna melakukan pengawasan terhadap pengurus agar tidak terima konsesi (“terbeli”) dan menyimpang dari mandat anggota. Di tingkat basis, setiap 10 orang mendudukkan satu orang di Dewan Buruh, demikian juga struktur di atasnya.

Di tengah acara konferensi, tim formatur bersidang dan begitu diumumkan jajaran pengurus lengkap di muka sidang pleno peserta antusias bertepuk tangan. Perhimpunan ini menggunakan nama Federasi Buruh Transportasi Nasional (FBTN). Terpilih sebagai Ketua Umum Haji Syaiful Millah, Sekretaris Jenderal Toto, Ketua Harian Ilham, Departemen Hukum dan Advokasi Widodo, Departemen Khusu Mat Ambon, dan seterusnya.

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com