| Bersama Jaringan Terlibat Dalam Tanggap Bencana Merapi |
|
|
| Minggu, 07 November 2010 19:14 |
|
Erupsi Besar Gunung Merapi pada dini hari, 5 November 2010 memaksa ratusan ribu warga lereng Gunung Merapi yang tinggal tersebar di Barak Pengungsian dan rumah penduduk pada radius 15 km dari puncak Merapi kalang kabut dan bergegas mengungsi mencari tempat aman. Sedikitnya tercatat sekitar 103.920 orang harus tinggal tersebar di 572 titik pengungsian di DIY dan Jawa tengah. Sebagai Organisasi yang juga perhatian terhadap kebencanaan, Perhimpunan Solidaritas Buruh melalui Unit PB (Penanggulangan Bencana) bersama Jaringan bergeliat memulai untuk melakukan upaya tanggap darurat. Posko segera dibuat dan partisipasi dari jaringan PSB pun mulai berdatangan. Ribuan nasi bungkus disumbangkan oleh komunitas jaringan PSB secara rutin untuk membantu konsumsi pengungsi, begitu juga dengan puluhan karung pakaian pantas pakai, uang tunai sekira 20 jutaan lebih, puluhan kardus obat-obatan, ribuan masker, ratusan kardus makanan balita, ratusan kilogram beras, kakus darurat. Puluhan kardus air mineral, peralatan masak untuk dapur umum, ribuan paket hygiene kit dan perlengkapan mandi, pakaian dalam baru dan lain sebagainya, “Warga Padukuhan Cepoko Paling iso bantu sewu (1000) nasi bungkus” ungkap Poniran yang akrab disapa mas ong, sekretaris PPD Cepoko, Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul kepada Organiser PSB melalui handphone ketika mendengar kabar ratusan ribu warga dari Lereng Merapi terpaksa harus mengungsi. Solidaritas dan kepedulian juga ditunjukkan dari Serikat Buruh/Pekerja, Kelompok Tani, dan organisasi jaringan PSB lain di DIY, guna memobilisasi dukungan untuk penyitas korban bencana erupsi merapi. |


