| Bantuan Pakan Ternak untuk Korban Merapi |
|
|
| Jumat, 25 Februari 2011 09:18 |
|
Hingar-bingar dan kepanikan ketika menyelamatkan diri pada saat erupsi G. Merapi pada Oktober 2010, memaksa warga mengungsi hanya membawa dan menyelamatkan barang seadanya. Bahkan dari ribuan warga lereng merapi yang mengungsi banyak yang tidak membawa perlengkapan apapun, yang penting keluarga dan diri sendiri selamat.Ratusan rumah dan harta benda terbakar, ribuan ternak mati, lahan pertanian tertutup debu vulkanik menjadikan korban erupsi menjadi bertambah trauma.
Namun tak banyak pula ternak masih bertahan hidup, korban erupsi beranggapan ternak yang masih hidup sebagai harta benda terahir menjadi harapan untuk bisa bangkit kembali. Kekhawatiran korban erupsi yang memiliki hewan ternak yang masih hidup, menjadi pemicu para warga untuk kembali kedaerah asal disituasi G. Merapi yang masih berstatus awas. Disisi lain ketersediaan pakan ternak berupa rerumputan didaerah sekitar lereng merapi telah terbakar. Kondisi memprihatinkan seperti ini mendorong inisiatif warga Kab. Bantul melalui PPD dan FoRKoB memberikan dukungan berupa pakan ternak untuk korban bencana erupsi G. Merapi. Kami akan berupaya menyediakan pakan ternak berupa rerumputan dengan melakukan konsolidasi bersama jejaring dari padukuhan lain di Kab. Bantul, tegas A. Ridwan BA (60), selaku tokoh masyarakat dan ketua PPD di Padukuhan Cepoko, Desa Trirenggo, Kab. Bantul. Bantuan pakan ternak yang terkumpul didistribusikan ke daerah terdampak di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Tidak lama membantu ternak warga korban erupsi yang masih hidup, erupsi besar pada 5 November 2010 menghanguskan sisa ternak warga di Kecamatan Cangkringan, hangus pula harapan warga korban bencana untuk bisa kembali bangkit. Dalam erupsi kali ini memaksa warga lereng merapi berada di radius aman 20 km (mip). |


