Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
Korban Penggusuran di Parangtritis Tuntut Sultan HB X PDF Cetak
Jumat, 01 Februari 2008 10:28

Puluhan masyarakat dusun Mancingan II, Parangtritis, Kretek, Bantul, DIY terdiri anak-anak dan orang tua, yang didampingi ARPY menggelar aksi menyikapi penggusuran yang kembali mereka alami. Pada Kamis (31/1/2008) sekitar 150 massa berkumpul menggelar orasi di bunderan UGM dan bergerak longmarch menyusuri Jl. Cik Di Tiro, Sudirman, A. Yani, Malioboro menuju ke DPRD Prov. DIY. Aksi dilakukan atas langkah Pemkab Bantul dalam penataan kawasan wisata pantai Parangtritis, yang pada 26 Januari 2008 kembali lagi mengerahkan buldozer di bedeng-bedeng tempat hunian warga paska-penggusuran paksa.

Setahun lebih saat puluhan warga tergusur ini “menduduki” gedung DPRD DIY selama seminggu, mereka dijanjikan Sultan HB X pada 14 November 2006 bahwa tidak akan terjadi lagi penggusuran paksa. Namun, perkataan Raja Mataram ini tidak pernah terbukti mengingat ratusan warga yang mendiami tanah eks Sultan Ground ini dari bulan ke bulan terus dibayangi intimidasi dan kekerasan melibatkan Satpol PP Bantul. “Kami ini punya KTP WNI, hidup cari makan puluhan tahun secara halal di sini dan bukan warga liar. Kami penduduk resmi DIY dan tinggal di tanah eks Kasultanan di kawasan pariwisata. Tetapi pejabat cuma membela investor dan bukan rakyat kecil”, terang ibu Sutinah, salah seorang warga tergusur dari 51 rumah yang dihuni 91 KK tersebut. 

Di gedung DPRD DIY aksi diwarnai insiden kekerasan oleh polisi plus Tim Buser dibantu Satpol PP merangsek mimbar bebas. Sejumlah buruh dan mahasiswa dari ARPY yang menyertai masyarakat korban tergusur mengalami luka. Tak seorang pun anggota Dewan ke luar menemui “rakyat yang diwakilinya” berdalih Rapat Paripurna Pembahasan APBD. Turut memberi sokongan solidaritas dalam mimbar bebas ini, Bung BSW Adjiekoesoemo (Bung AK), tokoh Forum Indonesia Bangkit, memberi orasi mengecam kebijakan Pemkab Bantul dan Sri Sultan HB X.

Bung AK meminta warga Parangtritis tak henti berjuang dan hadir di kediamannya, Griya Mahkota jalan Godean, dalam acara ‘Ngudo Roso’ bersama sebuah stasiun TV lokal (RBTV) secara reguler. Pada Jum’at (1/2/2008) beberapa perwakilan warga Parangtritis, pasir besi Kulon Progo dan korban penyunatan dana rekonstruksi gempa, ikut siaran di Griya Mahkota, didampingi Bung AK dan Faisal Basri, Ketua Umum Pergerakan Indonesia (PI).

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com