Berita Terbaru
RSS
21 May 2012
FoRKoM Menagih Janji Pemerintah “Segera Ganti Ternak Kami Yang Mati” PDF Cetak
Selasa, 07 Desember 2010 14:24

Korban bencana meletusnya Gunung Merapi yang diorganisir PSB melakukan aksi menagih janji pemerintah yang katanya mau mengganti semua ternak mati akibat bencana erupsi Merapi 2010. Warga yang tergabung dalam Forum Rakyat Korban Merapi (FoRKoM) ini menyampaikan tuntutannya, dengan melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi ini dilakukan secara marathon pada 6 Desember 2010 lalu. Aksi yang dimulai dari pukul sembilan pagi hingga pukul tiga sore ini dilakukan  dengan mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Sleman, Kantor Pemerintah Provinsi DIY, dan Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, aksi yang diikuti oleh 750 warga dari lima desa di Kecamatan Cangkringan ini juga mendatangi sekretariat Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk meminta solidaritas terhadap tuntutan mereka.

Kepada Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Provinsi DIY, FoRKoM meminta dukungan agar bisa memastikan kapan ganti rugi ternak mati akan diberikan oleh pemerintah pusat. Menurut Ketua FoRKoM yang sekaligus menjadi Koordinator Umum Aksi, Pardjo, meski pejabat negara secara bergantian membuat berbagai janji yang ngayem-ayemi warga soal ternak mereka, namun hingga saat ini tidak juga ada kejelasan, kapan janji tersebut akan dilaksanakan.

Dalam pernyataan sikapnya, FoRKoM menuntut agar Presiden SBY bertanggung jawab dengan mengkoordinasikan jajarannya (Menteri Pertanian, Menko Kesra, Menkeu, BNPB) untuk segera memenuhi janji memberikan ganti atas kerugian warga yang ternaknya mati dan membeli ternak warga yang masih hidup.

Selain itu, tuntut mereka, pemerintah harus selalu melibatkan warga korban dalam proses pemulihan pasca bencana. Mereka mencontohkan kasus pembangunan hunian sementara yang perencanaannya tidak matang, terkesan asal-asalan, dan mengabaikan soal kenyamanan bagi warga calon penghuni. Menurut mereka, hal tersebut terjadi karena selama ini rakyat tidak pernah sekalipun diajak duduk dan membicarakan persoalan tersebut.

FoRKoM juga menolak semua bentuk hutang luar negeri untuk pemulihan pasca bencana. Menurut mereka, dengan berhutang sebenarnya kita sedang menabung warisan berupa bencana kepada anak-cucu kita.

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com