| Demo Tolak SBY |
|
|
| Selasa, 22 Januari 2008 17:12 |
|
Kehadiran Presiden SBY saat peresmian GOR UNY di Yogyakarta pada Selasa (22/1/2008) disambut aksi unjuk rasa sejumlah elemen gerakan demokratik di berbagai sudut menuju arah Jl. Samirono, Sleman. PSB yang bergabung dalam Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY) bersama organisasi-organisasi lain terhadang oleh barikade Dalmas Poltabes Yogyakarta di sekitar bunderan depan boulevard UGM.
Ikut dalam satu panggung di mobil kijang soundsystem, Badan Eksekutif Mahasiswa Selururuh Indonesia (BEM-SI) dan organisasi kerakyatan lain satu per satu menyampaikan orasi.
ARPY menuntut turunkan harga kebutuhan pokok, adili dan sita harta Soeharto dan kroninya, wujudkan kedaulatan pangan dengan tolak impor komoditas asing, kesehatan gratis rakyat, tolak praktik outsourcing, tolak bayar utang najis, tolak liberalisasi pendidikan (RUU BHP), upah layak buruh dan perlindungan buruh migran, serta bangun industri nasional untuk ciptakan lapangan kerja. Sementara BEM SI dalam rilis yang dikeluarkan Koordinator Pusat, Budiyanto, menyerukan cabut mandat SBY–JK atas kegagalannya memerintah 4 tahun terhitung 20 Oktober 2004. Tidak ada kemajuan fundamental yang membawa kesejahteraan rakyat. BEM SI mengajukan lima butir tuntutan: tegakkan supremasi hukum dengan tuntaskan kasus Soeharto dkk, anggaran untuk kesehatan dan pendidikan (20 persen diamanatkan UU untuk pendidikan), perbaikan penanganan bencana, ketahanan pangan nasional yang menjamin stabilisasi harga, dan tinjau ulang kontrak karya perusahaan asing serta nasionalisasi aset-aset tersebut jika terbukti merugikan rakyat Indonesia. |


