Berita Terbaru
RSS
16 Apr 2014
Advokasi Larangan Pengilingan Padi Keliling untuk Beroperasi PDF Cetak
Kamis, 27 Oktober 2011 11:33

Suripto dan Kamidi, Wakil Ketua dan Sekretaris paguyuban penggilingan padi keliling yang tergabung ke dalam Paguyuban Ricemill Keliling Karanganyar (PRKK) mengadukan perihal pelarangan operasi penggilingan padi keliling di Kabupaten Karanganyar, minggu (17/09/11). Pengaduan yang disampaikan ke  Sekretariat Bersama Aliansi Buruh Solo Raya (ABSR) ini berkaitan dengan Surat Edaran (SE) Bupati Karanganyar Nomor: 503/5319.34 Tanggal 17 September 2010 yang mulai memperlakukan Perda Nomor 2 Tahun 2010 tentang Penggilingan Padi.

Dalam SE tersebut, Bupati mengintruksikan seluruh Camat untuk mensosialisasikan kepada semua Kepala Desa/Kalurahan, Ketua RW dan Ketua RT untuk mematuhi SE tersebut. Adapun isi dari SE tersebut antara lain:

Semua kegiatan penggilingan padi dengan menggunakan kendaraan rakitan/modifikasi dengan cara berkeliling dilarang beroperasi di poin  1 (satu) tidak akan memungkinkan untuk pemberian ijin kepada Rice Mill/Selep keliling, sebagaimana Perda Nomor 18 Tahun 2001 tentang Retribusi Izin Penggilingan Padi dan Keputusan Bupati Karanganyar Nomor 124 Tahun 2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Karanganyar Nomor 18 Tahun 2001 tentang Retribusi Izin Penggilingan Padi.

Bagi perusahaan penggilingan padi yang sudah memiliki ijin opersional/usaha agar memperhatikan jangka waktu ijin usahanya bagi yang belum memiliki ijin wajib mengurus ijin tersebut ke Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Karanganyar, melalui Kantor Desa dan Kecamatan.

Pelanggaran terhadap aturan di atas, dapat dikenakan sanksi dengan ancaman pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp.50.000.000,-(limapuluh juta rupiah).Sedang Perda nomor 2 tahun 2010 tentang Penggilingan Padi akan diberlakukan secara efektif terhitung mulai tanggal 01 Desember 2010 dan juga mempermasalahkan Rice Mill Keliling tersebut selain melanggar Perda yang ada, juga ditemukan pelanggaran-pelanggaran lain, misalnya pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi.Dimana Kendaraan Rice Mill Keliling tersebut telah mengubah bentuk dan sasis mobil serta tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan.

Pengaduan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Suharno, Koordinator Aliansi Buruh Solo Raya (ABSR) yang segera melakukan kordinasi dengan angota aliansi. Dalam rapat koordinasi ini, aliansi memutuskan untuk melakukan advokasi dengan target terselesaikannya kasus dan terjadinya perluasan aliansi ke Kabupaten Karangannyar.

Minggu (25/9/2011).Ratusan pelaku usaha ricemill yang tergabung dalam Paguyuban Ricemill Keliling Karanganyar (PRKK) bersama Aliansi Buruh Solo Raya (ABSR) mengadakan acara si­la­tu­rah­mi dan halalbihalal dalam bentuk rapat akbar di la­pang­an De­sa Su­ruh, Ke­ca­mat­an Ta­sik­ma­du, Ka­rang­anyar. Acara ini dihadiri pula oleh anggota Aliansi yaitu Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI 92) Kota Surakarta dan Kab Karanganyar diwakili Suharno dan Murjoko, Forum Diskusi Rakyat Pekerja Merah Putih Independen Indonesia (F DRPMP II) Kab Karanganyar Bapak Suwarto,  Beberapa pengurus KP Seikat Rakyat Pekerja Daur Ulang Merah Putih Indeenden Indonesia (RPDUMP II) Kab Karanganyar, Federasi Serikat Rakyat Pekerja Idependen Indonesia ( F SRP II) Kota Surakarta Saudara Agus Joko Anggota Dep Pengembngan Organisasi (DPO), Perhimpunan Solidaritas Buruh (PSB) Yokjakarta, REPDEM Kota Surakarta dan Karanganyar Endang, Dan hadir juga beberapa Aktivis gerakan secara Individu, sebagai pendamping/Team Avokasi.

Dalam acara tersebut Wakil Bupati Karnganyar, Paryono, juga diundang untuk membantu memperjuangkan dan melindungi rakyat kecil sector jasa pekerja penggilingan padi keliling dengan mencabut Perda No 02 Tahun 2011. Acara itu diawali dengan pembukaan yang dilakukan ketua Paguyuban dan dilanjutkan dengan sambutan sambutan serta orasi orasi politik dukungan dari  aktivis gerakan, buruh dan beberapa organisasi yang  peduli pada perjuangan kawan kawan PRKK.

Dalam Kesempatan orasi Aliansi Buruh Solo Raya (ABSR) yang diwakili Gie anto, secara tegas mendukung perjuangan kawan-kawan, dengan Alasan setiapa warga Negara berhak mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang layak untuk kemanusiaan dan keadilan social, “Tidak ada alasan perda melarang, karena amanat kontitusi, UUD 45  jelas mengamanahkan, bahwa rakyat berhak untuk mendapatkan pekerjaan, Semestinya pemerintah berterimakasih kepada warganya yang kreatif, yang telah mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, yang seharusnya di sediakan oleh Negara. Maka  pemerintah menjadi ringan pekerjaannya tidak perlu begitu banyak membuat dan mencarikan lapangan kerja bagi warganya. Selayaknya usaha mandiri seperti ini mendapat lindungan dari pemerintah. Agar dapat diatur serta dikelola secara baik, karena justru akan mendatangkan PAD yang cukup banyak”, demikian orasi Gie Anto

Repdem Kab Karanganyar juga menyuarakan hal yang hampir sama, intinya bangun ekonomi riil berbasis komunitas untuk ketahanan ekonomi bangsa, menuju kemandirian ekonomi, yang kecil dilindungi yang besar harus diatur agar tidak berlebihan mencari keuntungan, Perda harus ditinjau ulang dan pasal pasal yang melarang keberadaan Ricemill keliling harus dicabut, karena telah mencedarai rakyat kecil dan mematikan hak dasar warga Negara  untuk mendapatkan pendapatan dan kehidupan yang layak. Dalam penutupan orasinya perwakilan dari Repdem menyerukan untuk tetap menggalang persatuan dan terus berjuang.

Dalam kesempatan itu, Wabup Karanganyar, Paryono, menyatakan mendukung perjuangan kawan-kawan pekerja jasa Ricemill  Keliling, dengan alasan bahwa pekerja jasa penggilingan padi keliling bekerja hanya untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, serta tidak untuk memperkaya diri. “Semestinya harus dilindungi, Setelah mengkaji dan mempelajari Perda No 02 tahun 2010 jelas ada pasal yang telah mematikan pekerjaan rakyat miskin, maka saya  akan mengusulkan agar Perda itu di revisi”, paparnya. Selain itu, Paryono juga menyerukan kepada Fraksi Partainya di DPRD Karanganyar untuk mendukung revisi ini, demi rakyat miskin. Dia juga menegaskan jika anggota raksi tidak menyuarakan kepentingan kawan kawan PRKK, maka sebagai sebagai Ketua DPC PDIP Karanganyar, Prayono akan memberikan sanksi tegas.  Sementara itu kepada wartawan yang hadir, Paryono minta agar apa yang diserukannya ditulis besar besar.

Dalam kesempatan Ke­tua PRKK Amin Pur­no­mo di ha­dap­an ra­tus­an ang­go­ta PRKK me­nun­tut Per­da ten­tang ri­ce mill di­ca­but, jika tidak bisa di tinjau ulang dan direvisi pada bagian pelarangan beroperasinya gilingan padi keliling. Amin Purnomo juga berharap  agar Wabup Karanganyar, Pa­ryo­no, bisa mem­ban­tu meng­urai ma­sa­lah yang menimpa para pekerja jasa gilingan padi keliling yang rumit. Selanjutnya Amin  mengukuhkan Paryono se­ba­gai Ba­pak Ri­ce Mill   Ke­liling Ka­rang­anyar, dan ber­ha­rap agar Wabup Paryo­no mam­pu me­lin­dungi rak­yat Ka­rang­anyar de­ngan men­ja­di orang no­mor sa­tu di Bu­mi In­tan­pa­ri.

Da­lam ke­sem­pat­an itu, Amin me­nyam­pai­kan se­ga­la ke­luh­an ten­tang ke­ber­ada­an Per­da No 2/2010 yang di­ni­lai membe­rat­kan peng­usa­ha ri­ce mill ke­li­ling. Se­suai Per­da No 2/2010 di­se­but­kan se­tiap pri­ba­di atau ba­dan yang menye­leng­ga­ra­kan peng­gi­ling­an pa­di ba­ik ska­la be­sar wa­jib me­mi­liki izin peng­gi­ling­an. Se­dang­kan usa­ha ska­la ke­cil wa­jib men­daf­tar­kan usa­ha­nya. Jang­ka wak­tu izin usa­ha dan tan­da daf­tar usa­ha di­be­ri­kan se­la­ma usa­ha peng­gilingan pa­di ter­se­but ma­sihber­ope­ra­si.Izin peng­gi­ling­an pa­di atau tan­da daf­tar ha­nya da­pat di­be­ri­kan ba­gi usa­ha yang me­mi­liki lo­ka­si usa­ha te­tap. Se­lain itu, se­tiap ke­gi­at­an usa­ha peng­gi­ling­an pa­di di­la­rang me­la­ku­kan ke­gi­at­an usa­ha de­ngan ca­ra meng­gu­na­kan ken­da­ra­an atau ber­ke­li­ling.

“Ini jelas-jelas memiskinkan rakyat secara sistemik, Ke­ber­ada­an ri­ce mill ke­li­ling se­ha­rus­nya di­syu­kuri Pem­kab”, seru Amin. Karena se­lain mem­ban­tu war­ga yang mem­bu­tuh­kan jasa penggilingan padi, usaha ini juga menyerap ra­tus­an te­na­ga ker­ja. (gie)

 
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com